Heboh, Polisi menemukan Ekstasi Jenis Baru dari Hasil Laboratorium

Indonesia kembali dihebohkan berita tentang narkoba, dan kali ini terjadi di daerah Palembang. Yang cukup mengagetkan adalah menurut Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Selatan ditemukannya jenis ekstasi baru yang tidak terdeteksi ketika dilakukan di laboratorium pengujian forensik seperti dikutip dari Kompas.

penangkapan tersangka penjual narkoba

Hal ini bermula ketika ditangkapnya 2 pelaku asal Palembang dan Jawa Tengah oleh petugas kepolisian setempat dengan barang bukti pil ekstasi tersebut sebanyak 1.180 butir yang sudah siap diedarkan. Ketika dilakukan pengujian laboratorium oleh petugas untuk pengambilan contoh, tidak ditemukan kandungan narkoba pada ekstasi tersebut.

Tetapi setelah dilakukan pengujian lanjut menggunakan alat khusus, barulah diketahui bahwa pil tersebut merupakan ekstasi jenis baru. Hal ini tidak terlepas dari kecekatan dan kesigapan petugas Laboratorium Forensik dalam melakukan pengujian, kalau saja manajemen laboratorium pengujiannya tidak rapi maka tersangka bisa lolos dari jeratan hokum.

Kombes Pol Farman selaku Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Selatan mengatakan, merasa heran karena jenis ekstasi ini memiliki kandungan senyawa yang berbeda dengan ekstasi yang biasanya. Karena kalau umumnya ekstasi memiliki kandungan senyawa metilendioksi-metamfetamina, sedangkan narkoba yang didapat justru memiliki kandungan senyawa jenis epilon. Dan menurut beliau setelah diperiksa lebih lanjut narkoba ini bukanlah sejenis ekstasi biasa, tetapi masuk kategori narkotika golongan I dengan senyawa jenis epilon.

Masih menurut Kombes Pol Farman, senyawa jenis epilon yang terkandung di ekstasi tersebut baru kali ini ditemukan di wilayah Sumatera Selatan. Pihak kepolisian berjanji akan terus mengembangkan dan mengawal kasus ini dengan melakukan koordinasi bersama Mabes Polri. Sementara itu pihaknya juga masih terus menggali keterangan 2 tersangka untuk mengetahui dimana pembuatan narkoba ini.

narkoba

Sedangkan Kepala Laboratorium Forensik Polri Cabang Kota Palembang yaitu AKBP Made Swetra juga menambahkan bahwa kandungan senyawa epilon sangat tidak biasa berada dalam ekstasi. Untuk cara pemakaiannya sama dengan ekstasi, tetapi efek dari ekstasi ini lebih memabukkan jika dibandingkan dengan ekstasi pada umumnya. Akibat dari ekstasi tersebut yaitu memacu sistem syaraf otak pusat dari reaksi kandungan aktifnya.

Efeknya hampir sama dengan ekstasi biasa, seperti membuat nafsu makan berkurang, memunculkan perasaan senang, dan juga menimbulkan halusinasi. Masih menurut Made, setelah reaksi dari ekstasi dengan kandungan epilon tersebut hilang, maka pemakainya akan merasakan depresi dan kemudian akan ketagihan untuk mengkonsumsi ekstasi tersebut kembali.  Pihaknya masih terus melakukan pengujian lebih lanjut di laboratorium, karena akibat yang ditimbulkan lebih berbahaya dibandingkan senyawa metilendioksi-metamfetamina.